Waktu: Sesuatu Yang Paling Berharga Tetapi Paling Disia-siakan

WAKTU: SESUATU YANG PALING BERHARGA TAPI PALING DISIA-SIAKAN.

Syeikh Muhammad bin Shalih al- Utsaimin Rahimahullah mengatakan:

الوقت هو أغلى شيء، لكن هو أرخص شيء عندنا الآن، نمضي أوقاتاً كثيرة بغير فائدة، بل نمضي أوقاتاً كثيرة فيما يضر، ولست أتحدث عن رجل واحد، بل عن عموم المسلمين، اليوم مع الأسف الشديد أنهم في سهو ولهو وغفلة، ليسوا جادين في أمور دينهم 🍂🍂

“Waktu merupakan sesuatu yang paling berharga. Akan tetapi hal itu menjadi yang paling murah menurut kita saat ini. Betapa kita menghabiskan waktu waktu tanpa ada faedahnya.

Bahkan kita menghabiskan waktu yang banyak pada perkara yang berbahaya dan aku tidak sedang membicarakan satu orang tertentu saja, namun kaum muslimin secara umum pada hari ini sangat disayangkan mereka berada pada permainan yang sia-sia dan kelalaian. Sementara mereka tidak bersungguh-sungguh dalam urusan urusan agama mereka.”

[Kitab: Syarah Riyadhus Sholihin, 1/345].

Untukmu wahai saudaraku yang sedang membaca pesan ini, bila keadaan di atas menimpamu, maka cepatlah berubah, sebelum semuanya tinggal kenangan dan penyesalan.

Ingatlah selalu firman Allah ta’ala:

حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ٱرْجِعُونِ

لَعَلِّىٓ أَعْمَلُ صَٰلِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّآ ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا ۖ وَمِن وَرَآئِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.

Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.

Baca juga:

Artikel: SeptyanWidianto.Web.ID

Silakan dibagikan:

Leave a Comment