Home » Mutiara Salaf » Teruslah Berjalan

Teruslah Berjalan

Teruslah Berjalan.

Ibnul Qayyim al Jauzy rahimahullahu mengatakan :

: العبد سائر لا واقف ؛ فإما إلى فوق وإما إلى أسفل ، إما إلى أمام وإما إلى وراء . وليس في الطبيعة ولا في الشريعة وقوف البتة ، ما هو إلا مراحل تطوى أسرع طي إلى الجنة أو إلى النار ، فمسرعٌ ومبطئ ، ومتقدمٌ ومتأخر ، وليس في الطريق واقف البتة، وإنما يتخالفون في جهة المسير، وفي السرعة والبطء {إِنَّهَا لَإِحْدَى الْكُبَرِ (35) نَذِيرًا لِلْبَشَرِ (36) لِمَنْ شَاءَ مِنْكُمْ أَنْ يَتَقَدَّمَ أَوْ يَتَأَخَّرَ}[المدثر:35-37] ولم يذكر واقفًا ؛ إذ لا منزل بين الجنة والنار، ولا طريق لسالك إلى غير الدارين البتة ، فمن لم يتقدم إلى هذه بالأعمال الصالحة فهو متأخرٌ إلى تلك بالأعمال السيئة. [مدارج السالكين1/267]

“Seorang hamba itu akan terus berjalan dan tidak diam di tempat. Baik menuju tempat yang tinggi maupun tempat yang rendah, ke depan atau ke belakang. Dalam tabiat ataupun syariat pun sama, seorang tidak akan pernah diam di tempat.

Tidaklah ia melainkan hanya menapaki jalan demi jalan menuju surga atau neraka. Ada yang cepat dan ada pula yang lambat. Ada yang lebih dahulu ada pula yang berada di belakang. Tidak ada yang diam. Allah azza wajalla berfirman :

إِنَّهَا لَإِحۡدَى ٱلۡكُبَرِ  ٣٥ نَذِيرٗا لِّلۡبَشَرِ ٣٦ لِمَن شَآءَ مِنكُمۡ أَن يَتَقَدَّمَ أَوۡ يَتَأَخَّرَ  ٣٧

“Sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu bencana yang amat besar, sebagai ancaman bagi manusia. (Yaitu) bagi siapa di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur.”

Allah tidak menyebutkan keadaan hamba yang berhenti di satu titik, melainkan hanya menyebutkan terus bergerak, jadi tidak ada tempat tujuan selain surga dan neraka, tidak pula arah lain selain dua tempat ini. Barangsiapa yang tidak bersegera beramal shalih niscaya ia akan diakhikan dan disibukkan dengan amalan keburukan.”

(Madaarij al Salikin 1/267)

Dinukil dari website : https://www.al-badr.net/muqolat/5590

Artikel: SeptyanWidianto.web.id

[artikel number=4 tag=”nasehat”]

Silakan dibagikan:

Leave a Comment