Syirik Mewariskan Sifat Pengecut

Syirik Mewariskan Sifat Pengecut.

Orang Berbuat Syirik Diliputi Rasa Takut

Jika Anda menemukan kisah orang-orang yang biasa berbuat syirik menyerang secara massal muslim sunni yang berusaha mengamalkan sunnah, maka itu memang sunnatullah.

Pertama: Mereka gerah dengan sunnah.

Kedua: Mereka pasti menyerang dengan jumlah tidak sedikit.

Kedua kenyataan tersebut jika dipelajari akan melahirkan kesimpulan bahwa mereka sedang dirundung rasa takut dan khawatir. Uniknya, ketakutan dan khawatir mereka bukan soal akhirat, melainkan soal dunia.

Pemujaan manusia terhadap nikmat dunia dan amalah syirik melazimkan sikap pengecut.

Baca juga: Kezaliman Terbesar

Kemudian, jika Anda menemukan di realita keseharian orang yang biasa berbuat syirik tidak mau shalat di samping muslim sunni yang tampak mengamalkan sunnah, maka itu memang dimaklumi.

Allah Ta’ala berfirman:

سَنُلْقِى فِى قُلُوبِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلرُّعْبَ بِمَآ أَشْرَكُوا۟ بِٱللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِۦ سُلْطَٰنًۭا

“Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu.” [Q.S. Ali Imran: 151]

Al-Qurthuby rahimahullah berkata:

كَانَ سَبَبُ إِلْقَاءِ الرُّعْبِ فِي قُلُوبِهِمْ إِشْرَاكَهَمْ

“Sebab terhujamnya rasa takut di hati mereka adalah kesyirikan mereka.” [Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, 4/233]

Tauhid Membuat Seorang Muslim berani Karena Allah

Sebaliknya, tauhid membuat seorang muslim berani karena Allah Ta’ala, takut karena-Nya dan cinta kepada-Nya.

Berbeda dengan orang-orang yang berbuat syirik dan kemunafikan, mereka takut kepada selain Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman:

إِذَا فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَخْشَوْنَ النَّاسَ كَخَشْيَةِ اللَّهِ أَوْ أَشَدَّ خَشْيَةً

“Tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya.” [Q.S. An-Nisa: 77]

Baca juga: Kokoh dan Istiqamah Di Atas Agama

Juga firman Allah Ta’ala:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah.” [Q.S. Al-Baqarah: 165]

Maka jadilah orang beriman, yang cinta pada Allah, takut pada Allah serta berharap pada Allah.

Ditulis oleh Ustadz Hasan Al-Jaizy.

Artikel: SeptyanWidianto.web.id

[artikel number=4 tag=”tauhid”]

Silakan dibagikan:

Leave a Comment