Home » Artikel Islami » Siapa Yang Dikagumi Nabi ﷺ Dalam Kondisi Wabah Ini?

Siapa Yang Dikagumi Nabi ﷺ Dalam Kondisi Wabah Ini?

Siapa Yang Dikagumi Nabi ﷺ Dalam Kondisi Wabah Ini?

Banyak Orang Berusaha Menjaga Kesehatannya

Hari ini banyak orang berusaha menjaga kesehatannya, makan yang bergizi, olahraga, berjemur di bawah matahari berharap mendapatkan asupan vit D serta tidak lupa tidur dan istirahat yang cukup.

Dan begitu ia merasa kondisinya sedikit menurun dan suhu tubuhnya sedikit naik maka ia tekan dengan minum vitamin dan makan lebih banyak serta menambah porsi istirahat.

Dan disisi lain, sakit khususnya terdiagnosa positif COVID-19 adalah salah satu hal yang paling ditakuti, orang yang positif COVID-19 harus siap duduk di kursi pesakitan secara medis bahkan secara sosial.

Seringkali ia dianggap begitu buruk (walaupun tidak sedikit pihak yang memberikan dukungan).

Tidak Hanya Menjaga Kesehatan

Saudaraku,

Walaupun menjaga kesehatan dan berjuang menjauhi COVID-19 adalah hal baik dan terpuji namun Apakah kita berhenti sampai di titik ini saja?

Sebagaimana apakah sebatas sakit atau positif COVID-19 adalah parameter keburukan?

‎عجباً لأمر المؤمن، إن أمره كله له خير، وليس ذلك لأحد إلا للمؤمن، إن أصابته سراء شكر فكان خيراً له، وإن أصابته ضراء صبر فكان خيراً له، رواه مسلم.

“Menakjubkan perkara seorang mukmin, semua perkara yang dialaminya merupakan hal baik dan terbaik untuknya, dan ini tidak pernah terjadi kecuali untuk seorang mukmin. Jika ia diberikan kesenangan (kesehatan, materi, dll) lalu dia bersyukur maka itu baik dan terbaik untuknya.”

Dan jika ia ditimpa kesulitan (seperti sakit & positif COVID-19) lalu dia bersabar maka itu baik dan terbaik untuknya. (HR. Muslim)

Baca juga: Peluang Emas Pahala Syahid

Saudaraku,

Dalam hadits ini Nabi ﷺ kita menunjukkan kekagumannya, kepada siapa?
Apakah kepada sebatas yang sehat dan bisa menjaga kesehatannya dengan pola hidup sehat?
Bukan (walaupun menjaga kesehatan adalah hal yang penting dan dianjurkan oleh agama)!!

Atau sebatas kepada yang sakit dan positif COVID-19?
Juga bukan.

Nabi Kagum Kepada Orang Bersyukur dan Bersabar

Nabi ﷺ menunjukkan kekagumannya dan rasa takjubnya kepada orang beriman,
yang apabila diberi kesehatan ia bersyukur, dan jika ditimpa sakit atau positif (ini tidak kita inginkan) ia bersabar.

Saudaraku,

Ternyata orang yang berhasil dan baik bukanlah sebatas orang yang sehat dan pintar menjaga kesehatannya sebagaimana orang yang buruk bukanlah orang yang sakit !!

Orang yang berhasil di saat pandemi ini adalah orang yang beriman, yang yakin bahwa ini adalah taqdir ALLAH dan pertunjukkan Kemahakuasaan ALLAH.

Sehingga saat ia sehat ia bersyukur kepada ALLAH yang telah menjaga dan melindungi dia.
Ia bersyukur, mengapa?

Karena ia beriman bahwa kesehatannya adalah anugerah dari ALLAH.
maka ia syukuri kesehannya dengan:

  • Lisan dengan memperbanyak bertahmid dan memuji ALLAH.
  • Hati dengan meyakini bahwa semua ini adalah karunia ALLAH dan ini membuat ia semakin cinta kepada ALLAH.
  • Lalu anggota badan dengan menggunakan nikmat itu di jalan ALLAH, ia senantiasa berdzikir dan berdoa di hari-hari ini, menjaga shalat wajib lalu perbanyak shalat sunnah, membantu sesema, dan juga disiplin dalam menjalankan kesehatan & himbauan pemerintah melakukan tindakan preventif seperti: physical distancing_ dan lainnya.

Dan saat ia sakit atau positif COVID-19 (semoga ini tidak terjadi) maka ia kembalikan ke imannya, ia yakin bahwa ini dari ALLAH sebagai tanda sayangnya ALLAH kepada dirinya, sekaligus ujian keimanan dan pelebur dosa-dosanya. Maka ia terima dan jalani dengan sabar. Ia hadapi dengan iman, tidak putus asa, ia isi waktu dengan kembali kepada ALLAH, dan melakukan self isolation agar ia tidak menularkan ke pihak lain dan mengharapkan pahala dari ALLAH

Baca juga: Sabar Itu Wajib

Yang Dikagumi Nabi Bukan Sebatas Orang Sehat

Saudaraku,

Yang dikagumi Nabi bukan sebatas orang yang sehat, negatif atau yang sakit lalu sembuh. Namun yang bersyukur saat sehat dan yang bersabar saat sakit.

Oleh karena itu ada sebagian orang yang sehat lebih pantas dikasihani dibanding orang yang sakit dan positif COVID-19, mengapa?

Karena ia tidak sholat, tidak ibadah dan tidak kembali kepada ALLAH. adapun yang sakit ia sabar, taubat kepada ALLAH lalu mengisi waktu dengan ibadah.

Ingatlah saudaraku, seringkali bersyukur itu tidak lebih mudah dari bersabar.

Dan saudaraku, kita meyakini kehidupan ini masih panjang, masih ada alam barzakh dan hari kiamat kelak,
dan disana kita tidak hanya ditanya tentang bagaimana kita menjaga nikmat sehat tapi juga ditanya bersyukurkah kita? Bagaimana kesabaran kita saat kita jatuh sakit?

Terakhir

Bagi yang sehat

Mendekatlah kepada ALLAH dengan bersyukur baik lisan, hati dan anggota badan, dan tetaplah disiplin dalam menjaga kesehatan serta menjauhi wabah dalam rangka menjalankan perintah ALLAH, serta jangan sekali” merendahkan yang sakit bisa jadi ia lebih baik dibanding Anda, lalu doakan & _support_ -lah yang sakit dan perjuangan menghadapi wabah ini.

Bagi yang sakit

Mendekatlah kepada ALLAH dengan bersabar, dan Anda masih bisa bersaing dengan yang sehat dengan kesabaran Anda dan ibadah-ibadah Anda selama sakit.

Saudaraku, buatlah Nabi ﷺ -mu kagum terhadapmu.

Semoga ALLAH segera mengangkat wabah dan segala penyakit dari bangsa kita.

Ditulis oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

Artikel: SeptyanWidianto.Web.ID

Silakan dibagikan:

Leave a Comment