Pelita Hati

Abu Hafsh rahimahullah mengatakan:

اَلْخَوْفُ سِرَاجٌ فِي الْقَلْبِ بِهِ يُبْصِرُ مَا فِيْهِ مِنَ الْخَيْرِ وَالشَّرِّ وَكُلُّ أَحَدٍ إِذَا خِفْتَهُ هَرَبْتَ مِنْهُ إِلَّا اللهَ عَزَّ وَ جَلَّ فَإِنَّكَ إِذَا خِفْتَهُ هَرَبْتَ إِلَيْهِ فَالْخَائِفُ هَارِبٌ مِنْ رَبِّهِ إِلَى رَبِّهِ

Rasa takut (kepada Allah) merupakan pelita yang ada di dalam hati. Dengan itulah seorang hamba mengetahui sesuatu yang ada di dalamnya berupa kebaikan dan keburukan. Setiap orang bila Anda merasa takut kepadanya, niscaya Anda akan lari darinya, kecuali (takut kepada) Allah ‘azza wajalla. Sesungguhnya, apabila Anda takut kepada-Nya niscaya Anda lari menuju kepada-Nya. Maka, orang yang benar-benar takut (kepada Allah), lari dari Rabbnya menuju kepada Rabbnya.”

(Ibnul Qayyim, Madarij as-Salikiin, 1/513)

[artikel number=4 tag=”tazkiyatun-nafs”]

Silakan dibagikan:

Leave a Comment