Home » Artikel Islami » Orang yang Mengabaikan Al-Quran

Orang yang Mengabaikan Al-Quran

Pernahkah kita merasa bahwa kita telah mengabaikan Al-Quran. Sebagian besar dari kita tentu merasa tidak mengabaikan Al-Quran, padahal tanpa disadari kita telah abai terhadap Al-Quran.

Orang yang Mengabaikan Al-Quran Disebut Hajrul Quran

Orang yang mengabaikan Al-Quran disebut juga dengan Hajrul Quran. Apa artinya Hajrul Quran? Kata hajr (الهَجْرُ) dalam bahasa Arab adalah lawan kata dari washl (الوَصْلُ) yang bermakna menyambung.

Dengan demikian kata hajr bermakna memutus. Sedangkan maksud dari Hajrul Quran adalah meninggalkan al-Quran dan berpaling darinya, seperti tidak mengimaninya, tidak membacanya, tidak mau mendengarkannya, tidak mau memahami dan mentadabburinya, serta tidak mengamalkannya.

Sumber: https://almanhaj.or.id/6310-hajrul-quran-dan-macammacamnya.html

Apa Saja yang Termasuk Mengabaikan Al-Quran?

Apa saja yang dilakukan sehingga kita disebut melalaikan Al-Quran. Kita coba renungi firman Allah ta’ala:

وَقَالَ الرَّسُوْلُ يٰرَبِّ اِنَّ قَوْمِى اتَّخَذُوْا هٰذَا الْقُرْاٰنَ مَهْجُوْرًا

“Dan rasul (Muhammad) berkata : Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur’an ini diabaikan.” (Qs. Al-Furqan 30)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bentuk-bentuk pengabaian terhadap Al-Quran :

وترك علمه وحفظه أيضا من هجرانه، وترك الإيمان به وتصديقه من هجرانه، وترك تدبره وتفهمه من هجرانه، وترك العمل به وامتثال أوامره واجتناب زواجره من هجرانه، والعدولُ عنه إلى غيره -من شعر أو قول أو غناء أو لهو أو كلام أو طريقة مأخوذة من غيره -من هجرانه

  • “Tidak mempelajari dan tidak menghafalkan al-Quran, termasuk mengabaikan al-Quran.
  • Tidak mengimani dan membenarkan al-Quran, termasuk mengabaikan al-Quran.
  • Tidak merenungkan dan memahami kandungan al-Quran, termasuk mengabaikan al-Quran.
  • Tidak mengamalkannya, tidak mengikuti perintahnya atau menjauhi larangannya, termasuk mengabaikan al-Quran.
  • Meninggalkan al-Quran dan memilih lebih sibuk yang lain, seperti syair, nyanyian, ucapan sia-sia atau metode yang diambil dari cara yang bertentangan dengan al-Quran, termasuk mengabaikan al-Quran.”

(Tafsir Ibnu Katsir, 6/108).

Mari kita muhasabah diri, apakah kita termasuk dari yang disebutkan oleh Ibnu Katsir rahimahullah di atas?

Yuk kita mulai perbaiki dan kita pelajari lagi Al-Quran, agar kita tidak disebut sebagai Hajrul Quran. Orang-orang yang mengabaikan Al-Quran.

Semoga Allah ta’ala senantiasa memberikan taufiq dan hidayahNya.

[artikel number=4 tag=”tazkiyatun-nafs”]

Silakan dibagikan:

Leave a Comment