Home » Artikel Islami » Orang Baik Bukan Berarti Bebas Cobaan

Orang Baik Bukan Berarti Bebas Cobaan

Orang Baik Bukan Berarti Bebas Cobaan.

Tetaplah Teguh Ketika Cobaan Datang

Jika Anda telah berusaha mendekat kepada Allah dan sesuai Sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam bukan berarti UJIAN, cobaan, dan musibah tidak akan menimpa.

Jika sudah demikian, lalu ujian musibah menimpa, maka tetaplah teguh, dan BERBAIK SANGKALAH kepada Allah.

Ingat selalu firman-Nya:

وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللّٰهُ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكٰذِبِيْنَ اَمْ حَسِبَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ السَّيِّاٰتِ اَنْ يَّسْبِقُوْنَا ۗسَاۤءَ مَا يَحْكُمُوْنَ

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan untuk mengatakan, ‘kami telah beriman’ TANPA diuji?! Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, sehingga Allah *benar-benar tahu orang-orang yang tulus* dan orang-orang yang dusta”.

[Al-Ankabut: 2-3].

Baca juga: Besarnya Pahala Tergantung Dengan Besarnya Cobaan

Para Nabi Paling Berat Menerima Cobaan

Ingat pula Sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam:

“Manusia yang paling berat cobaannya adalah para nabi, kemudian orang yang paling baik (setelahnya), lalu orang yang paling baik (setelahnya). Maka siapa yang agamanya berbobot, cobaannya juga berat. Siapa yang agamanya lemah, cobaannya juga ringan. Dan sungguh seseorang akan terus ditimpa cobaan, hingga dia berjalan di tengah-tengah manusia tanpa dosa sedikitpun”.

[Shohihul Jami: 993].

Jangan lupa juga perkataan Syeikh Abdul Qodir Jaelani rahimahullah:

“Wahai anak kecilku, sungguh musibah itu datang BUKAN untuk membinasakanmu, namun dia datang untuk menguji kesabaran dan imanmu. Wahai anak kecilku, cobaan itu (ibarat) hewan buas, dan hewan buas itu tidak akan memangsa bangkai”.

[Zadul Ma’ad, Ibnul Qoyyim, 4/178].

Baca juga: Ujian dan Kesusahan Adalah Rahmat Allah

Pentingnya Meminta Keteguhan Iman

Oleh karena itu, semakin tinggi agama kita, semakin kita butuh berdoa untuk keteguhan iman kita.

Sebagaimana dicontohkan Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Ummu Salamah istri beliau mengatakan: Dahulu doa Nabi Shollallohu alaihi wasallam yang paling banyak adalah:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

“Wahai Yang membolak-balikkan hati, TEGUHKANLAH hatiku di atas agamaMu”.

[HR. Tirmidzi: 3522, disahihkan oleh Syeikh Albani].

Ditulis oleh Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny, MA.

Artikel: SeptyanWidianto.web.id

Silakan dibagikan:

Leave a Comment