Optimis dan Baik Sangka Kepada Allah

Optimis dan Baik Sangka Kepada Allah.

Ujian Kebaikan Dan Ujian Keburukan Bagi Mukmin

Seorang mukmin selalu punya persepsi dan sudut pandang yang apik dalam menghadapi hidupnya yaitu syukur dan sabar. Ujian hidupnya ada dua jenis: kebaikan (Al-Khair) dan keburukan (Asy-Syarr).

Kebaikan yang dimaksud adalah hal-hal baik dan menyenangkan seperti kesehatan, kekuatan, kecukupan harta, keberuntungan dan lainnya. Sedangakan keburukan yang dimaksud adalah hal-hal buruk dan tidak menyenangkan seperti penyakit, wabah, kemiskinan, bencana dan lainnya.

Saat beroleh kebaikan ia bersyukur dan saat mendapat keburukan ia bersabar. Dalam dua keadaan itu semuanya baik, sebab ia berangkat dari sudut pandang yang baik dan benar.

Pentingnya Optimis Ditengah Ujian Kesusahan

Saat ini keadaan yang dihadapi adalah wabah dan kesulitan-kesulitan lain, sebagai dampak darinya seperti terhalang shalat jamaah dan jum’at, terhalang menghadiri majelis ilmu, kesulitan mendapatkan uang untuk pemenuhan hajat keluarga dan lain sebagainya. Di sini sudut pandang sabar yang digunakan yang disertai usaha dan ikhtiar dalam rangka menghindari wabah ini sesuai anjuran para ulama, umara’ dan pakar kesehatan.

Langkah-langkah lahir harus ditempuh dan harus pula diimbangi dengan langkah-langkah batin seperti tawakal, sabar, doa, istighfar dan tobat, bertadharru’ kepada Allah dengan ketaatan. Selain itu ada hal yang sangat-sangat penting untuk kita tempuh dan kita lakukan, yaitu optimis dan berbaik sangka kepada Allah.

Baca juga: Allah Akan Mengganti Dengan Lebih Baik

Sabda Nabi shallalahu alaihi wassalam bSeptyanWidianto.Web.IDerikut ini sangat tepat untuk menjadi renungan dan pengamalan:

‎لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ ، وَيُعْجِبُنِي الْفَأْلُ “. قَالُوا : وَمَا الْفَأْلُ ؟ قَالَ : ” كَلِمَةٌ طَيِّبَةٌ “.

“Tidak ada penyakit menular (dengan sendirinya tanpa izin Allah), tidak (boleh) ada thiyarah (anggapan sial dan pesimis karena burung dan semisalnya). Tetapi aku menyukai Al-Fa’lu (optimisme). Para sahabat bertanya, Apakah Al-Fa’lu itu? Nabi shallalahu alaihi wassalam menjawab, “Kalimat yang baik.” [HR. Bukhari no. 5776]

Al-Fa’lu adalah kata-kata yang baik dan tindakan yang baik yang memunculkan harapan baik. Ia adalah suatu bentuk husnuzhon (baik sangka) kepada Allah.

Optimisme seperti ini adalah merupakan bentuk pengagungan dan baik sangka kepada Allah serta bergantungnya hati kepada Allah bahwa Dia tidak berbuat kepada hamba-Nya kecuali untuk perkara yang paling baik dan maslahat bagi si hamba. Al-Fa’lu adalah kata-kata yang baik dan perbuatan atau tindakan yang baik yang membangkitkan kegembiraan hati dalam bingkai baik sangka kepada Allah.

Kata-kata yang baik yang diucapkan atau didengarkan akan merasuk di hati melahirkan harapan dan doa kepada Allah bahwa hal-hal baik akan segera terjadi berkat rahmat Allah dan hal-hal buruk akan hilang diangkat dengan izin dan kasih sayang-Nya. Al-Fa’lu (optimisme) akan melapangkan dada, menghibur dan menenangkan hamba serta menghilangkan kesempitan yang selalu didengung-dengunkan setan kepada jiwa.

Berbaik Sangkalah Kepada Allah

Berbaik sangkalah kepada Allah, jangan buruk sangka kepada-Nya. Hati dan fikiran, kata-kata dan tindakan harus ditata dengan baik. Dalam hadits qudsi Allah berfirman:

‎أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، إِنْ ظَنَّ بِي خَيْرًا فَلَهُ، وَإِنْ ظَنَّ شَرًّا فَلَهُ”

Aku sesuai prasangka hamba-ku kepadaku. Jika ia bersangka baik kepadaku, maka (kebaikan) itu untuknya dan jika ia bersangka buruk maka itu untuknya. [HR. Ahmad no. 9076. Hadits Shahih]

Al Quran bahkan menceritakan kisah optimis Nabi Musa alaihissalam dan pesimis Bani Israil. Dari arah belakang Nabi Musa alaihissalam dan kaumnya dikejar Fira’aun dan bala tentaranya sementara itu laut merah di hadapan mereka. Maju kena mundur kena, begitu pikir bani Israil. Bani Israil pesimis. Allah mengabadikan dalam Al-Qur’an:

‎فَلَمَّا تَرَآءَ الْجَمْعٰنِ قَالَ اَصْحٰبُ مُوْسٰۤى اِنَّا لَمُدْرَكُوْنَ ۚ

Maka ketika kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa, Kita benar-benar akan tersusul.” (QS. Asy-Syu’ara’ 26: 61).

Baca juga: Jangan Mengeluh Kepada Manusia

Tetapi Nabi Musa alaihissalam penuh yakin, optimis dan berbaik sangka kepada Allah. Allah menceritakan:

قَالَ كَلَّا ۚ اِنَّ مَعِيَ رَبِّيْ سَيَهْدِيْنِ

Dia (Musa) menjawab, Sekali-kali tidak akan (tersusul); sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.” (QS. Asy-Syu’ara’ 26: 62).

Itu adalah kalimat optimis yang hadir dari seorang hamba yang hatinya diisi dengan keyakinan kepada Allah, bukan karna rasa sombong, karena Nabi Musa berusaha untuk kabur dari kejaran Firaun dan tentaranya. Yang lari adalah fisik dan langkah kakinya, adapun hatinya tetap kepada Allah. Maka optimisme, keyakinan dan harapan Nabi Musa itu Allah tunaikan, sebab Allah tidak cedera janji kepada hamba-Nya. Allah berfirman:

‎فَاَوْحَيْنَاۤ اِلٰى مُوْسٰۤى اَنِ اضْرِبْ بِّعَصَا كَ الْبَحْرَ ۗ فَا نْفَلَقَ فَكَا نَ كُلُّ فِرْقٍ كَا لطَّوْدِ الْعَظِيْمِ ۚ

“Lalu Kami wahyukan kepada Musa, Pukullah laut itu dengan tongkatmu. Maka terbelahlah lautan itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar.” (QS. Asy-Syu’ara’ 26: 63)

Teruslah Optimis Memupuk Keyakinan Kepada Allah

Dengan tetap menempuh ikhtiar lahir dan batin menghindari wabah dan kesulitan ini, mari terus memupuk keyakinan dan baik sangka kepada Allah serta optimis bahwa Allah akan segera mengangkat wabah dan kesulitan ini dari kita, dengan izin dan rahmat-nya yang luas, yang meluasi segala sesuatu. Rahmat-Nya mendahuli murka-Nya.

Allah berfirman:

‎وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ

“…Dan kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-A’raf 7: 128)

Dengan segala kerendahan hati dan pengakuan dosa, penuh keyakinan dan harapan kepada Allah, dengan usaha dan doa-doa kita mari tetap optimis berbaik sangka kepada Allah bahwa dengan rahmat-Nya yang luas itu wabah dan kesulitan ini akan Allah angkat dari kita dengan segera. Amiin

Wallahu a’lam.

Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri & Team

Dikutip dan dikembangkan dari kajian “Mutiara Pagi: TIADA PILIHAN LAIN KECUALI OPTIMIS”:

Silakan dibagikan:

Leave a Comment