Merebaknya Wabah Karena Zina dan Musik

Merebaknya wabah karena zina dan musik.

Di saat semua orang tenggelam dengan berita dan sebagian mereka putus asa dengan pemberitaan sehingga masa bodoh, maka jadilah Anda hamba Allah yang rajin menelaah ayat Allah dan Sunnah Rasulullah. Masa pandemi ini hanyalah suatu serpihan zaman yang sudah ditakdirkan oleh Allah sejak lampau. Bukanlah zaman yang terjadi begitu saja tanpa hikmah tanpa ujian.

Penyebab Tersebarnya Wabah Sudah Diberitahukan Melalui al-Quran dan as-Sunnah

Na’am. Saat semua sibuk hanya dengan berita dan info penyebab virus menyebar secara kesehatan zahir, hendaknya hamba Allah yang mengenal-Nya lebih sibuk dengan berita dari al-Qur’an dan as-Sunnah.

Berita global dari al-Qur’an:

ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِي ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” [Q.S. Ar-Rum, ayat 41]

Juga firman Allah Ta’ala:

وَمَآ أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٖ فَبِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِيكُمۡ وَيَعۡفُواْ عَن كَثِيرٖ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” [Q.S. Asy-Syura, ayat 30]

Lebih jelasnya ada di sunnah Nabi:

يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا

““Wahai sekalian Muhajirin, ada lima hal yang jika kalian diuji dengannya dan aku berlindung kepada Allah agar tidak menimpa kalian:

1. Tidaklah muncul kekejian (zina) di sebuah kaum dan mereka menampakkannya kecuali akan menyebar wabah penyakit dan kelaparan yang belum pernah menimpa masyarakat sebelumnya.
(kemudian beliau sebutkan hingga 5 hal)” [H.R. Ibnu Majah, no. 4009]

Baca juga: 3 Sebab Utama Semakin Merebaknya Corona

Zina Merupakan Penyebab Terbesar Merebaknya Wabah Penyakit

Zina, homoseksual dan pergaulan bebas adalah di antara penyebab terbesar merebaknya wabah penyakit dan kelaparan. Ini telah diberitakan oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Namun orang-orang liberal, sekuler dan para duniawi lebih fokus pada masalah-masalah zahir duniawi melupakan ayat dan hadits.

Sampai Syaikh Masyhur bin Hasan Al Salman dalam kitab beliau menyebutkan setelah hadits di atas -sebagai ta’liq-:

والله! هذه القطعة من الحديث تصلح أن تكتب في المستشفيات, وأن تكون شعارا لوزارة الصحة, حتى نحصن الناس من الأمراض والأوجاع التى لم تكن في أسلافهم

“Demi Allah! Potongan hadits ini sangat layak ditulis di seluruh rumah sakit dan menjadi slogan kementrian kesehatan. Hal ini agar kita bisa membentengi orang-orang dari penyakit dan kelaparan yang belum pernah ada kejadian sebelumnya.” [Atsar adz-Dzunub ala al-Afrad wa asy-Syu’ub, hal. 185]

Dan maraknya zina pasti ada penyebabnya. Di antara penyebabnya adalah tidak berhukum dengan hukum Allah Ta’ala al-Hakim al-Alim. Tidak hanya pejabat, bahkan keumuman rakyat awam pun masih tidak faham syariat Allah dan bahkan sebagiannya tidak percaya. Sebagian lainnya melawan. Lihatlah bagaimana hukum terhadap dua orang yang berzina dengan perzinaan yang jelas. Jika sama-sama ridha, maka dilepaskan. Jika ada pihak yang menuntut maka barulah diproses. Itu pun tetap tidak ditegakkan hukum Allah. Pelacuran pun tidak dibinasakan, karena masih banyak yang minat padanya. Na’udzubillah min dzalik.

Musik Penyebab Terbesar Maraknya Zina

Kemudian, di antara penyebab terbesar maraknya zina adalah lagu-lagu roman picisan, baik impor dari Barat atau produk lokal. Semua sama buruknya. Tidak ada band atau musisi yang mendukung anti zina di lagu-lagu mereka.

Musisi selalu dalam posisi bersalah secara syariah:

Jika mereka mendukung zina melalui lagu, maka dosa mereka berlipat. Pertama, dosa membuat lagu bermusik. Kedua, dosa membuat banyak orang lalai dari dzikir. Ketiga, dosa mendukung dan menganjurkan zina. Keempat, jika ada orang yang berzina disebabkan dorongan lagunya, maka dosanya bertambah lipatannya.

Baca juga: Jangan Biarkan Musik Membunuh Hatimu

Jika mereka mendukung anti-zina melalui lagu, maka dosa mereka tetap berlipat.

  • Pertama, dosa membuat lagu bermusik. .
  • Kedua, dosa membuat banyak orang lalai dari dzikir dan mengganti lantunan al-Qur’an dengan dzikir.
  • Ketiga, dosa BID’AH, karena dakwah dengan musik (munkar) merupakan kebid’ahan.

Maka, menjadi musisi serba salah. Dan rata-rata musisi adalah pro-zina dan pembujuk umat menujunya. Para ulama pun menyebut begini:

الغناء رقية الزنى

“Nyanyian adalah jampi-jampi perzinaan.”

Namun, hal-hal ini tidak berlaku pada ustadz-ustadz yang menghalalkan musik bahkan menentang siapapun yang mengharamkannya. Walau mereka membatasi selama liriknya tidak haram. Tapi merekalah dai-dai yang membuka gerbang ini. Kalangan awam akan berhujjah dengan eksistensi fatwa sesat mereka, yang bertentangan dengan ayat Allah dan tafsiran salaf serta hadits Nabi dan kemudian pandangan banyak dari ulama. Sambil beralasan ini masalah khilafiyyah, mereka membuka gerbang ini.

Maka, kita harap kepada Allah Ta’ala agar Dia memberi hidayah pada kita semua dan kaum Muslimin, hingga memiliki pemahaman yang benar sesuai manhaj Salaf. Kita harap semoga Allah Ta’ala melekaskan berakhirnya wabah pandemi dan menormalkan kembali kehidupan dan pekerjaan kita semua. Sungguh Allah Maha Kuasa atas segala itu.

Ditulis oleh Ustadz Hasan al-Jaizy.

Silakan dibagikan:

Leave a Comment