Home » Mutiara Salaf » Menyela Pertanyaan Adalah Adab Yang Buruk

Menyela Pertanyaan Adalah Adab Yang Buruk

Diantara adab yang buruk: Menjawab pertanyaan yang bukan ditujukan kepada anda.

Syaikh Dr. Shalih Sindi mengatakan:

إذا سئل غيرك فإياك أن تكون أنت المجيب, كأنها غنيمة تطلبها, فإن هذا من السفه و سوء الأدب

“Jika orang lain sedang ditanya, maka janganlah anda yang menjawabnya. Seakan-akan seperti ghanimah (harta sisa perang) yang anda cari-cari. Karena ini merupakan kebodohan dan adab yang buruk”.

(Al Adab ‘Unwanus Sa’adah, hal. 21).

Terlebih jika yang ditanya adalah gurumu, maka jangan lancang menjawabnya sebelum gurumu.

Syaikh Muhammad bin Ibrahim mengatakan:

لا يسبق الشيخ إلى شرح مسألة, أو جواب سؤال منه, أو من غيره, لا سيما إذا كان من غيره و توقف

“Jangan seorang murid mendahului gurunya untuk menjelaskan suatu masalah, atau untuk menjawab pertanyaan dari dia sendiri (si murid), atau pun pertanyaan dari orang lain.

Lebih lagi jika pertanyaan tersebut dari orang lain (untuk gurunya) lalu sang guru diam (maka sang murid lebih-lebih lagi untuk tidak lancang menjawab)”.

(Mukhtashar Al Mu’lim, hal. 80.)

Semoga Allah memberi taufik.

Ditulis oleh Ustadz Yulian Purnama, S.Kom.
@fawaid_kangaswad

[artikel number=4 tag=”adab”]

Silakan dibagikan:

Leave a Comment