Menolong dan Membela Allah, Agama Islam, dan Rasul-Nya

Menolong dan membela Allah, Agama Islam, dan Rasul-Nya.

1. Kewajiban Menolong dan Membela Allah, Agama Islam, dan Rasul-Nya

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ 

“Wahai orang-orang yang beriman, tolonglah Allah maka Allah akan menolongmu dan meneguhkan langkahmu”  (QS. Muhammad: 7)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di رحمه الله berkata ketika menjelaskan tafsir ayat di atas:

“Ini adalah perintah dari Allah untuk orang-orang beriman agar mereka menolong Allah dengan cara menegakkan Agama-Nya, dan berdakwah di jalan-Nya, serta berjihad melawan musuh-musuhNya, dan kesemuanya itu harus diniatkan untuk mengharap wajah Allah.

Jika mereka telah menjalankan perintah tersebut maka Allah akan menolongnya dan mengokohkan langkah-langkahnya dengan mengikat hati dan jasad mereka dengan kesabaran, ketenangan, dan keteguhan, serta menolongnya dari musuh-musuhNya.

Ini adalah janji dari Allah yang Maha Mulia dan benar janji-Nya, bahwa mukmin yang menolong-Nya dengan ucapan dan perbuatannya, maka dia akan ditolong oleh Rabbnya dengan dimudahkan untuk meraih sebab-sebab pertolongan dan keteguhan”

Baca juga: Bahagia Itu Dengan Ilmu dan Amal

2. Islam Tertolong Ketika Ilmu Tersebar

Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Abdullah al-Ushaimi حفظه الله menuturkan:

لما كان العلم مبثوثا ، الحق منصورا ، ولما ضعف العلم اتخذ الناس بعض الناس طرائق شتى لنصرة الدين و ليست منه، فلا للإسلام نصروا ، و لا للكفار كسروا.

“Ketika ilmu tersebar maka kebenaran akan dimenangkan, dan ketika ilmu melemah maka sebagian manusia akan mengmbil cara berbeda-beda untuk menolong diin padahal cara itu bukan bagian dari diin. Maka islam tidak tertolong dengan usaha mereka, tidak pula orang-orang kafir melemah karenanya.”

3. Ilmu yang Tersebar Adalah Ilmu Kaum Salaf Shalih

Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat حفظه الله berkata dalam bukunya MENDULANG FAIDAH DARI DARI KISAH PERJANJIAN HUDAIBIYAH :

“Tidak ada yang dapat mengalahkan dan menaklukkan orang-orang Yahudi melainkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan para Shahabatnya, maka apabila kaum muslimin yang hidup pada masa ini ingin juga dapat mengalahkan dan menaklukkan mereka, maka hendaklah mereka mengikuti Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sunnahnya para Shahabat radhiyallahu ‘anhum.”

Baca juga: Sebab Para Teroris Membunuh Umat Islam

4. Persatuan Umat Dalam Menghadapi Musuhnya Harus Dibangun di Atas Prinsip-Prinsip Manhaj Salaf

Syaikh Dr. Abdullah al-Anqari حفظه الله menuturkan:

لن تعود الأمة لعزتها و تنصر على أعدائها و تنهص من ذلتها حتى تجتمع على منهاج السنة و سبيل السلف الصالح (لن يصلح أخر هذه الأمة إلا ما صلح أوله)

“Umat ini tidak akan pernah kembali berjaya dan meraih kemenangan menghadapi musuh-musuhnya serta bangkit dari lembah keterpurukan hingga MEREKA BERSATU DI ATAS JALAN SUNNAH DAN THARIQAH KAUM SALAF (Generasi akhir umat ini hanya akan kembali menjadi baik dengan menempuh jalan kebaikan generasi awal umat ini).”

Ditulis oleh Ustadz Amir al Kadiry.

Silakan dibagikan:

Leave a Comment