Mendidik Anak Dengan Melatih Dan Membiasakan Mereka Sejak Kecil

Mendidik Anak Dengan Melatih Dan Membiasakan Mereka Sejak Kecil.

Ditulis oleh Ustadz Abu Ubaidah As Sidawi.

Salah satu metode pendidikan karakter yang diajarkan oleh Nabi adalah melatih dan membiasakan anak-anak agar tumbuh dalam ketaatan, agar kelak mereka tatkala sudah besar telah terbiasa dengan kebaikan, bahkan dalam kondisi tertentu dibolehkan oleh Nabi untuk memukul mereka dengan tujuan mendidik. Perhatikanlah baik2 hadits Nabi sebagai berikut:

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : مُرُوْا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ, وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشَرِ سِنِيْنَ, وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فيِ الْمَضَاجِعِ

Dari Amr bin Syuaib dari bapaknya dari kakeknya berkata, Rasulullah n/ bersabda, Perintahkanlah anak-anak kalian shalat tatkala mereka berumur tujuh tahun dan pukul mereka (jika tidak mau shalat) pada umur sepuluh tahun serta pisahkanlah tempat tidur mereka.  (HR. Abu Dawud 495, Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya 1002 dan dihasankan Imam Nawawi dalam al-Majmu’ 3/12)

Imam Nawawi berkata:

“As-Syafii mengatakan dalam al-Mukhtashar, Kewajiban bapak dan ibu mendidik anak-anak mereka serta mengajari mereka thaharah (bersuci) dan shalat. Para sahabat kami (madzhab Syafii) mengatakan, Orang tua juga wajib mendidik mereka hadir shalat secara berjama’ah dan menjelaskan mereka haramnya zina, homoseks, minum khamr, dusta, ghibah, dan sejenisnya, kepada anak laki-laki maupun perempuan.” (Al-Majmu’ 3/12)

Termasuk dalam hal ini tentunya adalah mendidik anak-anak putri sedini mungkin untuk mengenakan jilbab yang memenuhi syarat agar kelak dia terbiasa apabila telah dewasa. Janganlah biarkan mereka dengan pakaian-pakaian yang tipis, ketat dan tidak menutup aurat. Allah berfirman:

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَاجِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَاۤءِ الْمُؤْمِنِيْنَ يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيْبِهِنَّۗ ذٰلِكَ اَدْنٰىٓ اَنْ يُّعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا 

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang-orang mukmin, hendaknya mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Alloh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Ahzab: 59)

Bahkan dahulu para salaf terkadang memaksa dan memukul murid mereka dalam rangka pendidikan. Ikrimah berkata: “Ibnu Abbas pernah mengikat kakiku saat mengajariku Al Quran dan sunnah”. (Siyar A’lam Nubala 5/14).

Ibrahim An Nakhai, salah satu tabiin berkata: “Dahulu mereka memukul kami atas persaksian dan perjanjian saat kami masih kecil”.

Syeikh Sulaiman bin Abdillah berkata: “Dalam atsar ini terdapat faedah anjuran untuk melatih anak-anak untuk taat kepada Rabb mereka dan melarang mereka dari hal2 yang merusak mereka”. (Taisir Aziz Hamid hlm. 716)

Syeikh Ibnu Utsaimin menjelaskan bahwa disyaratkan dalam pukulan ini beberapa syarat sebagai berikut:

  1. Anak tersebut mengerti atas alasan apakah dia dipukul
  2. Orang yang memukul adalah walinya seperti ayahnya
  3. Tidak boleh berlebihan dalam memukul
  4. Kesalahan anak memang berhak untuk mendapatkan hukuman
  5. Bermaksud untuk mendidik, bukan melampiaskan amarah. (Al-Qaulul Mufid, 2/473-474)

Syeikh Shalih Al Fauzan menjelaskan juga hendaknya bagi kaum muslimin untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka dengan menanamkan aqidah, ibadah dan akhlak yang benar, tidak seperti metode barat yang mengatakan anak-anak tidak perlu dididik dengan agama, hendaknya mereka diberi kebebasan, maka ini adalah tipu daya agar anak2 kaum muslimin tumbuh dalam  kejahilan dan jauh dari tuntunan agama mereka, dan ini adalah pengkhianatan dalam pendidikan anak”. (Bayanul Ma’ani Syarah Aqidah Al Qairawani hlm. 19)

Inilah metode pendidikan Islam, bukan pendidikan sekuler atau penggiat HAM yang memandang bahwa ini adalah pelanggaran hak asasi manusia dan intolerasi, biarkanlah anak melakukan dari hatinya sendiri.

Sesungguhnya yang mereka inginkan dari propaganda itu adalah agar anak2 menanggalkan jilbab dan itu adalah sumber kerusakan.

Oleh karena itu jika ada sebuah sekolah yang membuat peraturan agar siswinya yang muslimah agar mengenakan jilbab sesuai kewajiban agama mereka maka peraturan seperti ini mestinya didukung dan tidak dipermasalahkan karena ini termasuk melatih dan membiasakan anak-anak dalam ketaatan kepada Allah dan menjauhkan mereka dari kerusakan. Bukankah tujuan pendidikan adalah membentuk generasi yang berkarakter dan berakhlak karimah?!

Baca juga:

Silakan dibagikan:

Leave a Comment