Korelasi Antara Musik dan Khamr

KORELASI ANTARA MUSIK DAN KHAMR.

An Nawawi rahimahullah, ulama besar madzhab Syafi’i, beliau berkata,

الْقِسْمُ الثَّانِي: أَنْ يُغَنِّيَ بِبَعْضِ آلَاتِ الْغِنَاءِ مِمَّا هُوَ مِنْ شِعَارِ شَارِبِي الْخَمْرِ وَهُوَ مُطْرِبٌ كَالطُّنْبُورِ وَالْعُودِ وَالصَّنْجِ وَسَائِرِ الْمَعَازِفِ وَالْأَوْتَارِ يَحْرُمُ اسْتِعْمَالُهُ وَاسْتِمَاعُهُ

“Jenis kedua, bernyanyi dengan alat-alat musik. Ini merupakan SYI’AR PARA PEMINUM KHAMR. Yaitu alat musik yang dipukul seperti tunbur, banjo, simbal dan alat-alat musik yang lainnya dan juga alat musik dengan senar, semuanya diharamkan menggunakannya dan mendengarkannya” (Raudhatut Thalibin, 11/228).

Al Qurthubi rahimahullah, penulis Tafsir Al Qurthubi dan ulama besar madzhab Maliki, beliau berkata,

أما المزامير والأوتار والكوبة (الطبل) فلا يختلف في تحريم استماعها، ولم أسمع عن أحد ممن يعتبر قوله من السلف وأئمة الخلف من يبيح ذلك. وكيف لا يحرم! وهو شعار أهل الخمور والفسق ومهيج الشهوات والفساد والمجون، وما كان كذلك لم يشك في تحريمه، ولا تفسيق فاعله وتأثيمه

“Adapun seruling, sitar, dan al kuubah (gendang) maka tidak ada perselisihan mengenai keharaman mendengarkannya. Dan belum pernah saya mendengar ada yang membolehkannya di kalangan ulama yang didengarkan ucapannya dari para salaf dan khalaf. Maka bagaimana mungkin tidak haram? Dan alat-alat musik ini juga merupakan SYI’AR PARA PEMINUM KHAMR, orang fasik, pecinta syahwat, orang-orang bobrok dan cabul. Dan ini membuat keharamannya semakin tidak diragukan lagi, serta tidak ragu memvonis fasiq dan dosa bagi pelakunya” (dinukil dari Hukmul Ghina wal Ma’azif, hal. 1).

Yazid bin Al Walid rahimahullah, salah seorang khalifah Bani Umayyah, beliau mengatakan:

إياكم والغناء فإنه ينقص الحياء ويزيد في الشهوة ويهدم المروءة، وإنه لينوب عن الخمر ويفعل ما يفعل المسكر، فإن كنتم لابد فاعلين فجنبوه النساء فإنه داعية الزنا

“Wahai Bani Umayyah, hendaknya kalian jauhi nyanyian. Karena ia akan membuat berkurangnya rasa malu, menambahkan syahwat, dan menghancurkan wibawa. Dan nyanyian itu adalah PENGGANTI KHAMR, dan penikmatnya nyanyian akan melakukan apa yang dilakukan oleh orang yang mabuk. Jika engkau terpaksa mendengar nyanyian maka jauhilah wanita, karena nyanyian akan mengajak kepada zina” (Muntaqan Nafis min Talbis Iblis, 307).

Ternyata para ulama mengatakan bahwa musik dan khamr sangat berkaitan erat. Dan orang yang paham dunia musik dan nyanyian, tidak bisa mengingkari realita ini. 

Semoga bisa diambil pelajaran.

Ditulis oleh Ustadz Yulian Purnama, S.Kom.

Join channel telegram @fawaid_kangaswad

Baca juga:

Silakan dibagikan:

Leave a Comment