Home » Artikel Islami » Kiat Memperoleh Akhlak Terpuji

Kiat Memperoleh Akhlak Terpuji

Kiat memperoleh akhlak terpuji.

Selain berasal dari bawaan (karunia Allah sejak lahir), seorang juga bisa memiliki kemuliaan akhlak dengan usaha-usaha berikut:

1. Meminta Pertolongan Pada Allah

Poin pertama memiliki peranan penting dalam setiap hal. Allah ‘azza wajalla berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina””

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’dy rahimahullah mengatakan:

هذا من لطفه بعباده، ونعمته العظيمة، حيث دعاهم إلى ما فيه صلاح دينهم ودنياهم، وأمرهم بدعائه، دعاء العبادة، ودعاء المسألة، ووعدهم أن يستجيب لهم، وتوعد من استكبر

“Ini merupakan bentuk kelembutan Allah kepada hamba-Nya, juga nikmat-Nya kepada mereka. Allah memerintahkan hamba-Nya untuk meminta sesuatu yang dengannya mampu memperbaiki masalah agama dan dunia.

Doa kepada Allah terdapat dua macam, yaitu doa ibadah dan doa masalah. Allah janjikan mereka yang berdoa kepada-Nya dengan terkabulnya doa. Tak tertinggal, mereka yang congkak dari meminta kepada-Nya Allah ancam dengan ancaman yang dahsyat”

2. Menelaah Dalil-Dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah Terkait Kemuliaan Memiliki Akhlak Mulia.

Terlalu banyak dalil yang menunjukkan akan keutamaan akhlak yang mulia. Diantaranya sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam :

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya” (HR At-Tirmidzi no 1162)

إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّيْ مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا

“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan yang paling dekat denganku tempatnya pada hari kiamat adalah yang terbaik akhlaknya diantara kalian” (HR At-Tirmidzi 2018)

3. Mencari Teman-Teman yang Berakhlak Mulia

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, beliau berkata, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

الرجل على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

“Seseorang itu mengikuti agama temannya. Maka kalian harus waspada dengan siapa kalian berteman”

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin mencantumkan hadits ini dalam kajian atau buah karya beliau Makaarim Al Akhlaq. Hal ini memberi pelajaran bahwa akhlak dan agama seseorang tidak bisa dipisahkan. Menjadi sebuah kelaziman, seorang yang beragama dengan baik maka ia berakhlak baik pula.

4. Merenungkan Imbas dari Akhlak yang Buruk

Di antara imbas dari berakhlak buruk baik lisan atau perbuatan adalah kebencian Allah subhanahu wata’ala atas orang tersebut. Niscaya, satu balasan ini akan sangat mencukupi bagi orang-orang yang mau berfikir.

Sesungguhnya orang yang berakhlak buruk itu tidaklah merugikan kecuali merugikan dirinya sendiri. Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu berkata: 

لا راحة لحسود ولا إخاء لملول، ولا محب لسيء الخلق

“Tidak ada ketenangan bagi para pendengki, tidaklah memiliki teman orang yang cepat bosan, dan tidaklah ada yang menyukai orang yang buruk akhlaknya”.

( Al-‘Aqul Farid: 2/158 )

Disusun oleh: Septyan Widianto

Sumber: “Sebuah Pinta karya Muhammad Nur Faqih” dengan tambahan dari penyusun

[artikel number=4 tag=”akhlak”]

Silakan dibagikan:

Leave a Comment