Ilmu Harus Diamalkan Agar Doa Terkabulkan

Ilmu Harus Diamalkan Agar Do’a Terkabulkan.

Syaikh Prof. DR. Abdurrazzaq Al Badr hafidzahullah dalam kitabnya (Tsamaratul ilmi Al Amalu, -Al Jami’ lil muallafat wa Rasaail 8/443) menukil dari Ibnu Abdil Bar rahimahullah :

قَالَ رَجُلٌ لِإِبْرَاهِيمَ بْنِ أَدْهَمَ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ : قَالَ اللَّهُ تَعَالَى { ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ } فَمَا بَالُنَا نَدْعُو فَلَا يُسْتَجَابُ لَنَا ؟ فَقَالَ لَهُ إِبْرَاهِيمُ : مِنْ أَجْلِ خَمْسَةِ أَشْيَاءَ قَالَ : وَمَا هِيَ ؟ قَالَ : عَرَفْتُمُ اللَّهَ فَلَمْ تُؤَدُّوا حَقَّهُ، وَقَرَأْتُمُ الْقُرْآنَ فَلَمْ تَعْمَلُوا بِمَا فِيهِ، وَقُلْتُمْ نُحِبُّ الرَّسُولَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَرَكْتُمْ سُنَّتَهُ، وَقُلْتُمْ نَلْعَنُ إِبْلِيسَ وَأَطَعْتُمُوهُ، وَالْخَامِسَةُ تَرَكْتُمْ عُيُوبَكُمْ وَأَخَذْتُمْ فِي عُيُوبِ النَّاسِ

Ada seorang lelaki bertanya kepada Ibrahim bin Adham rahimahullah, Allah Ta’ala berfirman :

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu”.

Kenapa kami berdoa tapi tidak dikabulkan? Maka Ibrahim bin Adham menjawab :
“Doa tidak dikabulkan karena 5 sebab”, orang itu bertanya lagi: apa itu sebabnya? beliau menjawab:

  1. Engkau mengenal Allah tapi tidak menunaikan hak-hakNya
  2. Engkau membaca Al Quran tetapi tidak mengamalkan isi kandungannya
  3. Engkau bilang cinta Rasul shallallahu alaihi wasallam tetapi meninggalkan sunnahnya
  4. Engaku bilang benci dan melaknat iblis tetapi ternyata mematuhinya
  5. Engkau lalai kekuranganmu tetapi sibuk dengan kekurangan orang lain”.

Jami’ bayan Al Ilmi wa Fadhlihi no. 1220 -Imam Ibnu Abdil Bar-,.

اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي، وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي، وَزِدْنِي عِلْمًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ، وَأَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

“Ya Allah, berikanlah manfaat atas apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, dan ajarkanlah aku apa-apa yang bermanfaat untuk diriku, tambahkanlah kepadaku ilmu. Dan segala puji bagi Allah atas semua keadaan, aku juga berlindung kepada Allah dari siksa api neraka”. (HR. Tirmidzi no. 3599 dan Ibnu Majah no. 3833 -shahih-).

Ditulis oleh Ustadz Muhammad Alif, Lc.

Baca juga:

Silakan dibagikan:

Leave a Comment