Diantara Obat Yang Paling Ampuh Untuk Segala Macam Penyakit, Termasuk Corona

DIANTARA OBAT YANG PALING AMPUH UNTUK SEGALA MACAM PENYAKIT, TERMASUK CORONA

(Bukan untuk dicoba-coba, tapi diamalkan dengan keyakinan dan keimanan).

Tahukah anda apakah gerangan obat itu?

Ya, melakukan Ruqyah dengan surat Al Fatihah. Banyak yang lupa atau bahkan tidak tau, bahwa diantara bentuk pengobatan yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ kepada kita adalah meruqyah dengan surat Al Fatihah.

Al Imam Al Bukhari meriwayatkan didalam Shahihnya, bahwa Abu Sa’id Al Khudri meruqyah seorang kepala desa yang tersengat hewan berbisa dengan surat Al Fatihah, dan tak lama kemudian kepala desa tersebut pun sembuh seperi seorang yang lepas dari suatu ikatan atau belenggu, lalu hal tersebut diceritakan kepada Rasulullah ﷺ, beliau bersabda:

وَمَا يُدْرِيكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ ثُمَّ قَالَ قَدْ أَصَبْتُمْ

“Kamu tahu dari mana kalau Al Fatihah itu bisa sebagai ruqyah (obat)?” (HR. Al Bukhari 2276)

Al Imam Ibnul Qayyim -رحمه الله- berkata:

وَلَوْ أَحْسَنَ الْعَبْدُ التَّدَاوِيَ بِالْفَاتِحَةِ ، لَرَأَى لَهَا تَأْثِيرًا عَجِيبًا فِي الشِّفَاءِ

“Kalaulah seorang hamba berobat dengan menggunakan surat al fatihah dan melakukannya dengan baik, maka dia akan melihat pengaruh yang menakjubkan didalam kesembuhannya” (Al Jawabul Kafi, hal.9).

Baca juga: Do’a Berlindung Dari Penyakit Berbahaya

Syarat Menjadikan Al-Fatihah Sebagai Ruqyah

Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjelaskan bahwa ada dua syarat menjadikan surat Al fatihah sebagai Ruqyah:

  1. Yang membacanya meyakini dan mengimani bahwa bacaan tersebut adalah Ruqyah yang bermanfaat.
  2. Dibacakan kepada orang yang meyakini dan mengimani bahwa bacaan Ruqyah dengan surat Al Fatihah itu bermanfaat. (Syarah Riyadhus Shalihin, 4/671).

Dan secara umum, Al Quran seluruhnya adalah penawar /obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, Allah berfirman:

وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلۡقُرۡءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٞ وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارٗا

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zhalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.” (QS. Al Isra’ : 82)

Maka, seorang mukmin hendaknya mencari kesembuhan dengan Al Qur’an dan berusaha untuk melakukan hal tersebut, dengan mengimaninya, mengamalkannya, membacanya, dan melakukan ruqyah dengannya.

Keberhasilan Obat Tersebut Terkait Dengan Keimanan

Namun, keberhasilan pengobatan dengan Al Quran sangat terkait dengan keimanan, ketaqwaan, dan ketawakkalan orang yang berobat tersebut. Apabila ia telah melakukan ruqyah, namun tidak berpengaruh sama sekali, maka jangan salahkan pedang yang tajam ketika tangan yang lemah tak mahir mengayunkannya. Al Imam Ibnul Qayyim -رحمه الله- berkata:

فمن لم يشفه القرآن فلا شفاه الله، ومن لم يكفه القرآن فلا كفاه الله

“Barangsiapa yang tidak dapat disembuhkan oleh Al-Qur’an, berarti Allah tidak memberikan kesembuhan kepadanya. Dan barangsiapa yang tidak dicukupkan oleh Al-Qur’an, maka Allah tidak memberikan kecukupan kepadanya” (Zaadul Ma’ad 4/520)

Baca juga: Sebab-Sebab Syar’i Dalam Menangkal Wabah Penyakit

Bagaimana Caranya?

Beliau juga menjelaskan kepada kita bagaimana melakukan pengobatan dengan Al Qur’an tersebut, beliau berkata:

فالقرآن هو الشفاء التام من جميع الأدواء القلبية والبدنية وأدواء الدنيا والآخرة، وما كل أحد يؤهل ولا يوفق للاستشفاء به

Dengan demikian, Al-Qur’an merupakan penyembuh yang sempurna di antara seluruh obat hati dan juga obat fisik, sekaligus sebagai obat bagi seluruh penyakit dunia dan akhirat. Tidak setiap orang mampu dan mempunyai kemampuan untuk melakukan penyembuhan dengan Al-Qur’an. (Zaadul Ma’ad 4/520)

وإذا أحسن العليل التداوي به ووضعه على دائه بصدق وإيمان، وقبول تام، واعتقاد جازم واستيفاء شروطه لم يقاومه الداء أبداً

Jika pengobatan dan penyembuhan itu dilakukan secara baik terhadap penyakit, dengan didasari kepercayaan dan keimanan, penerimaan yang penuh, keyakinan yang pasti, terpenuhi syarat-syaratnya, maka tidak ada satu penyakit pun yang mampu melawan Al-Qur’an untuk selamanya. (Zaadul Ma’ad 4/520)

وكيف تقاوم الأدواء كلام رب الأرض والسماء الذي لو نزل على الجبال لصدعها أو على الأرض لقطعها؟!!

Bagaimana mungkin penyakit-penyakit itu akan menentang dan melawan firman-firman Rabb bumi dan langit yang jika (firman-firman itu) turun ke gunung, maka ia akan memporak-porandakan gunung-gunung tersebut, atau jika turun ke bumi, niscaya ia akan membelahnya. (Zaadul Ma’ad 4/520)

Maka, berusahalah untuk melakukan dan mengamalkan Ruqyah ini secara mandiri dan juga disertai dengan pengobatan herbal maupun medis. Itu semua adalah sebagai bentuk Ikhtiyar kita kepada Allah جلا وعلا.

Semoga bermanfaat.

Ditulis oleh Ustadz Yami amanda Cahyanto.
Madinah An Nabawiyyah.

Artikel: SeptyanWidianto.Web.ID

Silakan dibagikan:

Leave a Comment