Beda Salaf Dengan Salafi

Beda Salaf dengan Salafi.

Siapakah Salaf dan Siapakah Salafi?

Contoh : “Syaikh Al-Albani Salafy. Akan tetapi, apakah beliau termasuk Salaf? Bukan. Beliau tidak termasuk Salaf.

Istilah Salaf memiliki 2 syarat : Syarat zaman, dan syarat manhaj.

Syarat Zaman

Syarat zaman : Zaman Salaf itu dimulai dari zaman Nabi shallallahu alaihi wa sallam sampai tahun 221 H. Dan th tsb (th. 221 H) adalah zaman berkuasanya Khalifah Al-Makmun dan sekte Mu’tazilah mendapat kedudukan yg tinggi (dalam kekuasaan). Dan zaman Nabi sd th 221 H adalah tiga kurun waktu kebaikan.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

خير الناس قرني ثم الذين يلونهم ثم الذين يلونهم

“Sebaik-baik manusia adalah masaku, kemudian yg mengikuti mereka, kemudian yang mengikuti mereka”.

Baca juga: Pentingnya Manhaj Salaf

Dan kurun waktu kebaikan ini berakhir sampai tahun 221 H. Karena itu adalah tahun berkuasanya Khalifah Al-Makmun yg sekte Mu’tazilah juga mendapat kedudukan yg tinggi. Mereka menguasai berbagai bangsa dan negara. Khalifah Al-Makmun menguasai setengah dunia dari Cina sampai Paris. Dan menjadi momok yang menakutkan bagi setengah lainnya.

Ringkasnya, ketika Makmun berkuasa, sekte Mu’tazilah pun ikut berkuasa. Maka berakhirlah 3 kurun waktu kebaikan yg di dalamnya terdapat Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad rahimahumullah.

Jadi Salaf secara zaman adalah mereka yang hidup (di antara) zaman Nabi shallallahu alaihi wa sallam sampai th. 221 H.

Dan orang pertama dari kalangan Salaf adalah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berdasarkan Sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam kepada Fathimah radhiyallahu anha :

أنا خير سلف لك

“Aku adalah sebaik-baik Salaf bagimu”.

Syarat Manhaj

Syarat kedua (Syarat Manhaj), syarat yg berkenaan dengan Manhaj (metode beragama). Yaitu ia berada di atas jalannya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para Shahabatnya radhiyallahu anhum. Jika tidak (maka bukan termasuk Salaf). Orang-orang Khawarij, mereka hidup di kurun waktu kebaikan (yang tiga). Apakah mereka termasuk Salaf?. Tentu saja mereka bukan termasuk Salaf meskipun mereka hidup di kurun waktu kebaikan yg tiga.

Demikian juga dengan orang-orang yg mulai mempermasalahkan taqdir. Mereka muncul di kurun waktu pertama, kira-kira th 70 H. Berbagai macam bid’ah cikal bakalnya pun muncul di akhir-akhir kehidupan para Shahabat radhiyallahu anhum.

Baca juga: Manhaj Salaf Sabar Dalam Belajar, Beramal dan Berdakwah

Shabigh yg berbicara dengan pembicaraannya (mengenai ayat-ayat mutasyabihat yg dipukuli oleh Umar Bin Khaththab karena hal tsb) apakah ia termasuk Salaf?

Engkau katakan, Iya setelah ia bertobat. Setelah diberi “pelajaran” dan menampakkan taubatnya dan wafat di atasnya, ia termasuk dari Salaf.

Adapun orang-orang yg datang setelahnya (setelah 3 kurun waktu kebaikan), mereka tidak dinamakan Salaf. Akan tetapi mereka disebut Salafiyyun (Salafy).

Mereka adalah khalaf (orang-orang yg datang belakangan) yg berjalan di atas Manhaj Salaf (Metode Salaf dalam beragama).

Maka Ibnu Taimiyah, Ibnul Qoyyim, Ibnu Muflih,Sufyan Ats-Tsauri, Ibnu Utsaimin, Ibnu Baz, Al-Albani rahimahumullah dan yang selain mereka, semua orang yg berjalan di jalan yg sama termasuk Khalaf, akan tetapi mereka berada di atas Manhaj Salaf.

Ditulis oleh Ustadz Ridwan Abu Raihana, Sabtu Pagi,13 Rabi’uts Tsani 1442 H /28 November 2020.

Diterjemahkan dari perkataan Syaikh Thal’at Zahran di Akun FB beliau طلعت زهران https://youtu.be/Iqspog8QXQw

Silakan dibagikan:

Leave a Comment