Bahaya Tahdzir Serampangan

Bahaya Tahdzir Serampangan.

Banyak Tahdzir dan Tabdi’ Serampangan

Berseliweran Tahdzir dan Tabdi’ serampangan, bahkan “sebagian” rujukan tahdzirnya diambil dari orang-orang yang tidak dikenal manhajnya bahkan yang menyimpang manhajnya -asal dapat senjata- untuk menghantam lawan,.

Isy hadza..??!

Tapi itulah realita sebagian orang yang “ndak diketahui dimana belajarnya? kitab apa yang dibacanya?”
Sungguh benar apa yang disebutkan dalam untaian berikut :

عَينُ الرِضا عَن كُلِّ عَيبٍ كَليلَةٌ
وَلَكِنَّ عَينَ السُخطِ تُبدي المَساوِيا

“Pandangan simpati akan menutupi segala keburukan, tapi pandangan benci akan menampakan keburukan”.

Jika anda ingin mengkritik ilmiyah silahkan. Karena dalam manhaj salaf tidak ada yang ma’shum dari kesalahan kecuali Nabi shallallahu alaihi wasallam, bahkan kritik ilmiyah termasuk dari nasihat. Tapi jika anda ingin mentahdzir apalagi sampai mentabdi’ orang lain -apalagi seorang Syaikh yang ditahdzir- maka coba ngaca lagi.

  1. Perhatikanlah tentang apa tahdziran tersebut?
  2. Adakah ulama berselisih dalam tahdziran tersebut?
  3. Bagaimana sikap ulama kepada orang yang ditahdzir oleh “sebagian ulama lain”?
  4. Apakah ulama saling mentahdzir bahkan mentabdi’ ulama lain yang tidak ikut mentahdzir?

Kenapa “panah” tahdzir dilepaskan kepada thalibul ilmi bahkan awam yang mengikuti para ulama yang tidak mentahdzir?

Kenapa anda tidak berani mentahdzir ulama yang tidak ikut mentahdzir?

Kenapa anda beri udzur kepada ulama tapi thalibul ilmi dan awam engkau tiadakan udzur bagi mereka?
timbangan apa yang anda pakai dalam tahdzir?

Kenapa Anda diam dari tahdziran Syaikh dan Ulama lain kepada guru dan Al Ustadz hafidzahullah -yang anda puji selalu sebut-sebut kebaikannya-??

Jangan Anda bilang bahwa ada ulama yang memuji dan mentazkiyahnya!! Kalau Anda katakan demikian kenapa tidak Anda berikan alasan itu juga kepada orang lain yang ditahdzir karena sama sama memiliki tazkiyah ulama -padahal ushulnya sama2 diatas sunnah-?

Tahdzir dan Tabdi’ Bagian dari Manhaj Sunnah Tetapi Serahkan Pada Ahlinya

Akhil karim..وفقني الله وإياكم

Perhatikan firman Allah :

وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ

“Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil”. (Qs. Al An’am : 152)

Juga firmanNya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (Qs. Al Maidah : 8)

Tahdzir dan Tabdi’ itu bagian dari manhaj sunnah, tapi jika dilepaskan oleh orang-orang yang bukan ahlinya akan merusak dakwah sunnah dan mencoreng manhaj yang haq ini.

perhatikan wasiat Sufyan At Tsauri rahimahullah :

اسْتَوْصُوْا بِاَهْلِ السُّنَّةِ خَيْرًا فَاِنَّهُمْ غُرَبَاءُ. وَقَالَ : مَا أَقَلّ أَهْل السُّنَّةِ وَالجَمَاعَةِ.

“Berwasiatlah (bersikaplah) kamu kepada Ahli Sunnah dengan kebaikan karena mereka guraba”. Dan beliau berkata : “Betapa sedikitnya Ahlussunnah wal Jama’ah”. (Syarhu ushul i’tiqad Ahlis sunnah 1/64 -Al Laalakaiy-).

Semoga Allah menjaga kita semua dari berbagai fitnah, dan memberikan TaufiqNya untuk terus belajar dan beramal diatas Sunnah,.

WaAllahu A’lam

إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ ۚ وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

“Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali”. (Qs. Hud : 88).

Ditulis oleh Ustadz Muhammaf Alif, Lc.

Baca juga:

Silakan dibagikan:

Leave a Comment