Al Jahl Virus Berbahaya

Sesungguhnya Al Jahl adalah virus dan penyakit kronis, bahkan sebab utama tersebarnya kesyirikan, bid’ah, takfir dan tabdi’. Sehingga Islam memerangi penyakit ini dan terus mengingatkan umat untuk menyelamatkan diri dari virus Jahl, dengan jalur belajar dan mendalami hukum agama.

Sebagaimana firman Allah :

فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

“Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”. (Qs. At Taubah : 122)

Baca juga: Virus Berbahaya Namany Bid’ah

Dan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam :

طَلَبُ العِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu adalah wajib atas setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah no. 224, dishahihkan Syaikh Al Albani dalam shahihul jami’ no. 3914)

Maka solusi yang difirmankan Allah adalah :

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai ilmu jika kamu tidak mengetahui”. (Qs. An Nahl : 43)

Dan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam :

أَلَمْ يَكُنْ شِفَاءُ الْعِيِّ السُّؤَالَ

“Bukankah obat dari kebodohan adalah bertanya!”. (HR. Abu Dawud no. 337, dishahihkan Syaikh Al Albani dalam shahihul jami’ no. 4363).

Menunjukkan bahwa diantara sarana belajar adalah dengan bertanya kepada ahlinya.

Berkata Syaikh Muqbil Al Wadi’iy rahimahullah :

الجَهْلُ هُوَ الَّذِي أَضَرَّ بِالمُسْلمِيْنَ وَجَعَلَهُم يَتَخَبَّطُونَ لَا يُمَيِّزُونَ بَينَ المُسلِمِ وَالشُّيُوعِي وَلَا بَينَ العَالِمِ وَالمُنَجِّمِ

“Al Jahl -kebodohan- sangat membahayakan kaum muslimin, sampai-sampai menjadikan mereka tersesat (bingung) tidak bisa membedakan antara seorang muslim dengan komunis dan antara seorang ‘alim dengan tukang ramal”.

(Gharatul Asyrithah 2/31)

Baca juga: Bahagia Itu Dengan Ilmu dan Amal

Ini realita yang terjadi, bahwa kebodohan dalam perkara agama telah menjangkit ditengah-tengah kum muslimin, sehingga tukang ramal dan dukun digelari sebagai ‘orang pintar’ -(na’am pintar membodohi orang bodoh)-, tukang ramal ‘akhir zaman’ dijadikan rujukan dalam beragama.
Sungguh benar apa yang disabdakan Nabi shallallahu alaihi wasallam :

إِنَّهَا سَتَأْتِي عَلَى النَّاسِ سِنُونَ خَدَّاعَةٌ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ: وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ؟ قَالَ: السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

“Sesungguhnya akan datang kepada manusia tahun-tahun penipuan, pada saat itu orang yang berdusta dipercaya sedangkan orang yang jujur didustakan, orang yang berkhianat diberi amanah sedangkan orang yang amanah dikhianati, dan pada waktu itu juga terdapat Ar Ruwaibidlah. Beliau ditanya : Apa itu Ar Ruwaibidlah ? Beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda: yaitu orang bodoh yang berbicara (memberi fatwa) dalam berbagai urusan manusia”. (HR. Ahmad no. 7912 dan Ibnu Majah no. 4036, dishahihkan Syaikh Al Albani no. 3650).

Ditulis oleh Ustadz Muhammad Alif, Lc.

Silakan dibagikan:

Leave a Comment