Home » Mutiara Hadist » Agama Seorang Anak Tergantung Agama OrangTuanya

Agama Seorang Anak Tergantung Agama OrangTuanya

Agama seorang anak tergantung kepada agama orangtuanya.

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال النبي صلى الله عليه وسلم : (( ما من مولود إلا يولد على الفطرة ))

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda : “Tidak seorang bayi pun kecuali dilahirkan di atas fitrah (Islam)”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Fawaid Hadist

Hadist ini menunjukkan, bahwa agama seorang anak di dunia mengikuti agama orangtuanya; Karena itu dia diperlakukan seperti orangtuanya selama ia berada di bawah tanggungannya. Semisal apabila dia meninggal dunia, ia dikuburkan di pemakaman yang sesuai agama orangtuanya.

Namun hukum di dunia bisa saja berbeda dengan hukum di akhirat, seperti halnya orang-orang munafik dihukumi muslim secara lahiriyah, sedangkan di akhirat mereka berada di keraknya neraka.

Begitu juga dengan orang yang tinggal di negeri kafir dalam keadaan menyembunyikan keimanannya sedang kaum muslimin tidak mengetahuinya, maka berlaku baginya hukum orang kafir.

Jika ia meninggal, ia tidak dishalatkan, tidak mandikan dst, sedangkan di akhirat bisa jadi dia termasuk ahli surga.

Fitrah Agama Seorang Anak

Adapun hakikat agama seorang anak tidak dihukumi kafir sampai ia mengungkapkannya dengan lisannya, apakah ia memilih kekafiran atau ia ridha kepada Islam?

Karena itu, dalam peperangan dilarang membunuh anak-anak orang-orang musyrik, sebab mereka dilahirkan diatas fitrah.

Disebutkan dalan hadits al-Aswad bin Sari’ radhiyallahu anhu, ketika Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengetahui pasukan pengintai yang diutusnya pada peperangan Khaibar membunuh anak-anak kaum musyrikin, beliau bersabda:

ما حملكم على قتل الذرية ؟

“Kenapa kalian membunuh anak-anak?”

Mereka menjawab : “Wahai Rasulullah, merekan itu adalah anak-anak orang-orang musyrik.”

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

أوهل خياركم إلا أولاد المشركين ؟ والذي نفس محمد بيده ما من نسمة تولد إلا على الفطرة حتى يعرب عنه لسانها

“Tidaklah orang yang terbaik dari kalian melainkan anak-anak orang-orang musyrikin? Demi Dzat yang jiwaku berada di Tangan-Nya tidak ada suatu jiwa melainkan terlahir di atas fitrah sampai lisannya mengungkapkannya.” (HR. Ahmad dll)

Imam Ibnu Qayyim rahimahullah berkata: “Ini adalah nash, beliau menginginkan bahwasanya mereka dilahirkan tidak kafir, kemudian muncullah kekafiran setelahnya..” (Ahkam Ahli Dzimmah, 2/955)

Sumber : al-Ihtifal bi Ahkami wa Adabil Athfal, karya Syaikh Adil bin Abdillah Alu Hamdan al-Ghamidy, cet. Darul Hijaz, hal. 11-17.

Ditulis oleh Ustadz Ridwan Abu Raihana

Artikel: SeptyanWidianto.web.id

[artikel number=4 tag=”fiqih”]

Silakan dibagikan:

Leave a Comment