6 Jenis Syafa’at

6 Jenis Syafa’at.

Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah:

Syafa’at yang terjadi di hari Kiamat ada 6 macam, yang diketahui dari dalil-dalil syar’i. Dari 6 syafa’at tersebut, 3 macam hanya khusus bagi Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Enam macam syafa’at tersebut adalah:

1. Syafa’atul Uzhma

Diberikan kepada manusia ketika menunggu di al mauqif, sehingga akhirnya perkara mereka pun diputuskan.

2. Syafa’at Bagi Penduduk Surga

Syafa’at bagi penduduk surga ketika akan masuk surga (lalu mereka mendapati pintu surga masih tertutup, pent), sehingga mereka bisa memasukinya.

3. Syafa’at Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam

Syafa’at Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam untuk meringankan adzab paman beliau, yaitu Abu Thalib, sehingga ia berada di neraka yang paling dangkal (paling ringan). Syafa’at ini khusus bagi Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan bagi Abu Thalib, paman beliau. Adapun orang-orang kafir yang lainnya, tidak ada syafa’at bagi mereka. Allah ta’ala berfirman:

فَمَا تَنفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشَّافِعِينَ

“Tidak tidak ada syafa’at yang bermanfaat bagi mereka” (QS. Al Mudatsir: 48).

Baca juga: Sifat Penghuni Surga

4. Syafa’at Bagi Yang Seharusnya Masuk Neraka

Syafa’at bagi orang yang seharusnya masuk neraka, sehingga ia tidak jadi masuk neraka.

5. Syafa’at Bagi Yang Sudah Masuk Neraka

Syafa’at bagi orang yang sudah masuk neraka, sehingga ia keluar dari neraka.

6. Syafa’at Mengangkat Derajat Penduduk Surga

Syafa’at bagi penduduk surga yang mengangkat derajat mereka di surga.

Tiga syafa’at terakhir ini, sifatnya umum. Yang bisa memberikannya adalah:

  • Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam
  • Para Nabi yang lainnya
  • Orang-orang shalih
  • Para Malaikat
  • Anak-anak dari kaum Muslimin yang wafat ketika masih kecil

Syafa’at Hanya Diberikan Kepada Orang Bertauhid

Namun syafa’at-syafa’at di atas khusus diberikan kepada orang-orang yang bertauhid.

Adapun orang-orang kafir, maka mereka kekal di neraka Jahannam, mereka tidak akan merasakan kematian di neraka. Sebagaimana Allah ta’ala berfirman:

لَا يُقْضَىٰ عَلَيْهِمْ فَيَمُوتُوا

“Tidak akan pernah lagi mereka dicabut nyawanya lalu mati” (QS. Fathir: 36).

Sedangkan orang-orang yang masuk neraka dari kalangan ahli maksiat yang masih bertauhid, mereka tidak kekal di dalamnya. Mereka akan keluar dari neraka setelah disucikan dan dibersihkan. Terdapat hadits dalam Ash Shahih, dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, bahwa ahli maksiat akan mati di neraka kemudian dikeluarkan dari neraka dalam keadaan hangus. Lalu mereka ditumbuhkan seperti biji tengah-tengah buih di sungai.

[diterjemahkan dari at Tanbihaat al Lathifah ‘ala mahtawaa ‘alaihi al ‘Aqidah al Washithiyyah, 83-84].

Ditulis oleh Ustadz Yulian Purnama, S.Kom.
Join channel telegram @fawaid_kangaswad

Baca juga:

Silakan dibagikan:

Leave a Comment