4 Nasehat Ulama Bagi Penuntut Ilmu Salafiyyin

4 Nasehat Ulama bagi penuntut ilmu salafiyyin.

4 Point penting dari Nasehat As Syaikh Al ‘Allamah DR. Shaleh bin Fauzan Al Fauzan hafidzahullah di akhir risalahnya (Min Adabi Thalibil Ilmi):

1. Menjaga Niat

عَلَى طَالِبِ العِلْمِ أَنْ يُخْلِصَ النِّيَّةَ لِلّه فِي طَلَبِهِ لِلْعِلْمِ،
الْعِلْمُ أَشْرَفُ مِنْ ذَلِكَ، أَشْرَفُ مَنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا، فَيَطْلُبُهُ لِوَجْهِ اللهِ يَطْلُبُهُ لِلْعَمَلِ بِهِ يَطْلُبُهُ لِلْخُرُوجِ مِنَ الْجَهْلِ

“Wajib atas setiap penuntut ilmu untuk mengikhlaskan niatnya karena Allah dalam menuntut ilmu. karena ilmu (syar’i) kedudukannya sangat mulia, lebih mulia daripada dunia dan isinya, maka wajib meluruskan niat dalam belajar hanya mencari wajah Allah dan untuk diamalkan serta keluar dari kebodohan”.

Baca juga: Faidah Hadits Umdatul Ahkam: Semua Bergantung Pada Niat

2. Perhatikan Guru

أَنَّ الْعِلْمَ لَا يُؤْخَذُ عَنْ أَيِّ أحَدٍ، وَإِنَّمَا يُؤْخَذُ عَنِ الْعُلَمَاءِ الْأَتْقِيَاءِ، الْمَعْرُوفِينَ بِهِ، قَالَ بَعْضُ السَّلَفِ:(إِنَّ هَذَا الْعِلْمِ دِينٌ فَاُنْظُرُوا عُمِّنَّ تَأْخُذُونَ دَيْنَكُمْ).

فَاخْتَرْ مِنَ الْعُلَمَاءِ أَتقَاهُم لِلّه عَزَّ وَجَلّ، وَأَعْلَمُهُمْ بِاللّهِ عَزّ وَجَلّ، حَتَّى يَدُلّكَ عَلَى الطَّرِيقِ الصَّحِيحِ، لَا تَأْخُذِ الْعِلْمَ عَنْ جَاهِلٍ، لَا تَأْخُذِ الْعِلْمَ عَنْ ضَالٍّ، لَا تَأْخُذِ الْعِلْمَ عَنْ مُبْتَدِعٍ، خُذِ الْعِلْمَ عَنْ أهْلِهِ الْمَعْرُوفِينَ بِهِ الْمَعْرُوفِينَ بِالْاِسْتِقَامَةِ، الْمَعْرُوفِينَ بِتَقْوَى اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى

“Sesungguhnya ilmu (syar’i) tidak diambil dari sembarang orang, tetapi diambil dari ulama yang bertaqwa, yang dikenal ilmu dan istiqamahnya. sebagaimana perkataan sebagian salaf:

“Sesungguhnya ilmu ini agama, maka perhatikan dari mana engkau mengambil agamamu”.

Maka pilihlah ulama yang paling bertaqwa kepada Allah Azza wa Jalla, yang paling berilmu tentang Allah Azza wa Jalla, sehingga ia akan menunjukkanmu ke jalan yang benar. maka jangan engkau mengambil ilmu dari orang bodoh, jangan pula dari orang sesat, jangan pula dari ahlil bida’. tapi ambillah ilmu dari ahlinya yang dikenal akan keilmuan, istiqamah dan ketaqwaannya kepada Allah Ta’ala”.

3. Kunci Selamat dari Fitnah

فَلَا عَاصِمَ مِنَ الْفِتَنِ إِلَّا بِتَوْفِيقِ اللّهِ جَلِّ وَعَلَا وَهِدَايَتِهِ ثُمَّ بِالْعِلْمِ النَّافِعِ المأخوُذُ مِنْ كِتَابِ اللهِ وَسُنّةِ رَسُولِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَهَذَا لَا يَكُونُ إِلَّا بِتَعَلُّمِ الْعِلْمِ النَّافِعِ، لِأَجَلٍ أَنْ تَخْرُجَ بِهِ مِنَ الْفِتَنِ الْمُتَلَاطِمَةِ

“Tidak akan selamat dari fitnah kecuali dengan taufiq dan hidayah dari Allah Jalla wa’Ala, kemudian dengan ilmu yang bermanfaat bersumberkan dari Kitabullah dan Sunnah Rasulillah shallallahu alaihi wasallam. tapi ini semua tidak akan bisa tercapai kecuali dengan belajar ilmu yang bermanfaat agar dengannya selamat dari berbagai fitnah yang berombak”.

Baca juga: Bersabar di Atas Sunnah

4. Salafi Harus Belajar

مَا يَكْفِى الْاِنْتِسَابُ، تَقُوْلُ أَنَا سَلَفِيّ أَنَا مُتَّبَعٌ لِلسَّلَفِ وَأَنْتَ لَا تَعْرِفُ مَنْهَجَ السَّلَفَ، وَلَا تَعْرِفُ مَذْهَبَ السَّلَفِ، فَهَذَا لَا يُغْنِى عَنْكَ شَيْئًا، لَابُدَّ أَنْ يَكُونَ اتّبَاعُك لَهُم بِإحْسَانٍ، أَي بِإِتْقَانٍ، وَمَعْرِفَةٍ، وَعِلْمٍ بِمِنْهَجِهِمْ وَسِيْرَتِهِمْ حَتَّى تَسِيرَ عَلَى نَهْجِهِمْ

“Tidak cukup hanya sekedar menisbatkan diri (kepada salaf), seraya berkata ‘aku salafi’, ‘aku pengikut salaf’ sedangkan engkau tidak mengenal manhaj salaf, karena ini semua tidak bermanfaat sedikitpun. maka harus didasari dengan ittiba’ yang benar dengan mempelajari manhaj dan jalan salafus shaleh sehingga engkau bisa meniti jalan mereka”.

وفقني الله وإياكم في اتباع منهج السلف والاستقامة عليه،

Ditulis oleh Ustadz Muhammad Alif, Lc.

Silakan dibagikan:

Leave a Comment